Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan rancangan metodologis penelitian, meliputi (A) jenis dan pendekatan penelitian, (B) prosedur penelitian dan pengembangan tujuh langkah Borg and Gall, (C) lokasi dan subjek penelitian, (D) instrumen pengumpulan data, (E) teknik pengumpulan data, (F) teknik analisis data, dan (G) indikator keberhasilan penelitian.
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan metode campuran (mixed methods) berdesain explanatory sequential. R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji keefektifan produk tersebut (Borg & Gall, 1983; Sugiyono, 2019). Dalam bidang pendidikan, R&D bertujuan mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan berupa kurikulum, bahan ajar, media pembelajaran, modul, instrumen evaluasi, maupun model pembelajaran (Gall dkk., 2003). Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berbasis integrasi Google Workspace for Education dan Canva for Education untuk siswa kelas XII di MAN 1 Mojokerto.
Model R&D yang digunakan adalah model Borg and Gall yang diadaptasi menjadi tujuh langkah. Borg and Gall sendiri menyatakan bahwa untuk penelitian skala kecil seperti tesis Magister, prosedur sepuluh langkah dapat disederhanakan sesuai dengan keterbatasan waktu, biaya, dan ruang lingkup penelitian (Borg & Gall, 1983). Adaptasi serupa juga dilakukan oleh Almuhtadin (2021) yang menyederhanakan sepuluh langkah menjadi tujuh langkah pada pengembangan modul Aqidah Akhlak, Yuliana (2024) yang mengadopsi enam langkah pada pengembangan panduan praktikum IPA, dan Fikri (2025) yang menggunakan tujuh langkah Borg and Gall pada pengembangan E-LKPD Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 2 Mojokerto. Tujuh langkah yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan utama, dan (7) revisi produk akhir (Borg & Gall, 1983; Fikri, 2025; Almuhtadin, 2021).
Pendekatan mixed methods dipilih karena penelitian ini memerlukan integrasi data kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang proses pengembangan, validitas, dan efektivitas produk (Creswell, 2014; Creswell & Plano Clark, 2017). Desain yang digunakan adalah explanatory sequential, yaitu desain ketika peneliti terlebih dahulu mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif untuk menjelaskan, memperdalam, atau menafsirkan temuan kuantitatif (Creswell, 2014). Dalam penelitian ini, data kuantitatif diperoleh dari angket validasi ahli, angket minat belajar siswa pada pretest dan posttest, serta angket respons siswa terhadap produk; sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan guru Sejarah Kebudayaan Islam, observasi proses pembelajaran, serta saran dan masukan dari para validator. Data kualitatif berfungsi memperjelas mengapa produk dinilai valid atau efektif, serta aspek-aspek apa yang memerlukan perbaikan (Creswell, 2014).
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Prosedur penelitian dan pengembangan dalam penelitian ini mengikuti tujuh langkah model Borg and Gall yang telah diadaptasi sebagai berikut.
1. Penelitian dan Pengumpulan Informasi (Research and Information Collecting)
Tahap pertama adalah penelitian pendahuluan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan media pembelajaran. Kegiatan pada tahap ini meliputi studi literatur, studi lapangan, dan analisis kebutuhan.
Studi literatur dilakukan dengan mengkaji teori-teori dan konsep-konsep yang relevan dengan pengembangan media pembelajaran berbasis Google Workspace for Education dan Canva for Education untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Literatur yang dikaji mencakup teori media pembelajaran, teori belajar Piaget dan Vygotsky, teori kognitif pembelajaran multimedia Mayer, sembilan peristiwa pembelajaran Gagné, teori minat belajar, kajian Google Workspace for Education, kajian Canva for Education, model pengembangan Borg and Gall, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan media pembelajaran digital untuk Pendidikan Agama Islam dan Sejarah Kebudayaan Islam (Akcil dkk., 2021; Hinchcliff & Mehmet, 2023; Fikri, 2025; Sharov, 2024).
Studi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 1 Mojokerto serta kebutuhan terhadap media pembelajaran yang inovatif. Kegiatan studi lapangan meliputi: (a) observasi proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas XII untuk melihat metode pembelajaran yang digunakan, media yang tersedia, dan tingkat minat belajar siswa; (b) wawancara dengan guru Sejarah Kebudayaan Islam kelas XII untuk menggali kendala pembelajaran, kebutuhan media, dan harapan terhadap media yang akan dikembangkan; (c) wawancara dengan siswa kelas XII untuk mengetahui persepsi mereka terhadap mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, tingkat minat belajar, dan preferensi media pembelajaran; serta (d) analisis dokumen kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam kelas XII untuk mengidentifikasi materi yang sesuai untuk dikembangkan (Fikri, 2025).
Analisis kebutuhan dilakukan dengan menyintesis hasil studi literatur dan studi lapangan untuk menentukan spesifikasi produk yang akan dikembangkan. Analisis ini mencakup identifikasi materi Bab I buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII tentang Perkembangan Islam di Indonesia (situasi pra-Islam, jalur masuk, strategi dakwah, dan fase Islamisasi), karakteristik siswa kelas XII (usia 17–18 tahun, kategori operasi formal Piaget, generasi digital native), infrastruktur teknologi yang tersedia di madrasah (akses internet, perangkat komputer/laptop/gawai, LCD proyektor), dan kompetensi digital guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam menggunakan platform Google Workspace for Education dan Canva for Education.
2. Perencanaan (Planning)
Tahap kedua adalah merencanakan pengembangan produk media pembelajaran berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Kegiatan pada tahap ini meliputi perumusan tujuan pengembangan, penyusunan desain produk, penyusunan instrumen, penentuan subjek uji coba, serta estimasi waktu dan biaya.
Perumusan tujuan pengembangan dirumuskan sebagai upaya menghasilkan media pembelajaran berbasis Google Workspace for Education dan Canva for Education yang valid dan efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas XII materi Perkembangan Islam di Indonesia di MAN 1 Mojokerto.
Penyusunan desain produk dilakukan dengan merancang integrasi ekosistem Google Workspace for Education (Google Classroom, Google Docs, Google Forms, Google Drive, Google Meet, dan Google My Maps) bersama Canva for Education untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan visual. Komponen produk meliputi: (a) Google Classroom sebagai platform manajemen pembelajaran untuk distribusi materi, penugasan, dan penilaian; (b) Canva for Education sebagai studio kreatif untuk produksi seluruh konten visual dan presentasi pembelajaran berupa peta jalur masuk Islam ke Nusantara, lini masa fase Islamisasi, infografis strategi dakwah, video pendek, dan slide presentasi materi maupun proyek siswa; (c) Google Docs untuk lembar kerja kolaboratif dan refleksi siswa; (d) Google Forms untuk pretest, posttest, dan angket minat belajar; serta (e) Google My Maps untuk pemetaan jalur masuk Islam dan lokasi pusat-pusat dakwah awal di Nusantara.
Penyusunan instrumen penelitian mencakup penyiapan lembar validasi ahli materi Sejarah Kebudayaan Islam, lembar validasi ahli media pembelajaran, lembar validasi ahli desain pembelajaran, angket minat belajar siswa untuk pretest dan posttest, angket respons siswa terhadap produk, pedoman wawancara guru, dan pedoman observasi pembelajaran.
Penentuan subjek uji coba dilakukan dengan menetapkan tiga validator ahli (ahli materi, ahli media, ahli desain pembelajaran), enam sampai sepuluh siswa kelas XII MAN 1 Mojokerto untuk uji coba terbatas, dan satu kelas XII (sekitar tiga puluh hingga tiga puluh enam siswa) untuk uji coba lapangan utama.
Estimasi waktu dan biaya mencakup empat hingga enam bulan keseluruhan, dengan rincian satu bulan pengembangan produk awal, dua minggu validasi ahli, dua minggu revisi produk, dua minggu uji coba terbatas, satu minggu revisi produk utama, empat minggu uji coba lapangan utama, dan satu minggu revisi produk akhir. Biaya pengembangan mencakup biaya akses internet, pencetakan instrumen, dan transportasi penelitian.
3. Pengembangan Bentuk Awal Produk (Develop Preliminary Form of Product)
Tahap ketiga adalah pengembangan produk awal media pembelajaran berdasarkan desain yang telah direncanakan. Kegiatan pada tahap ini meliputi penyusunan materi, pembuatan konten visual, penataan aktivitas pembelajaran, integrasi platform, dan penyusunan panduan penggunaan.
Penyusunan materi pembelajaran dilakukan berdasarkan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator pencapaian kompetensi mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas XII materi Perkembangan Islam di Indonesia (Arifin, 2020). Materi mencakup empat sub-pokok: (a) situasi dan kondisi Indonesia sebelum kedatangan Islam, (b) jalur masuknya Islam di Indonesia (jalur perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dan dakwah), (c) strategi dakwah Islam di Indonesia, dan (d) fase perkembangan Islam di Indonesia. Pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar serta indikator pencapaian kompetensi materi tersebut diuraikan pada tabel berikut, mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah (Kementerian Agama RI, 2019).
| Kompetensi Dasar | Indikator Pencapaian Kompetensi |
|---|---|
| 3.1 Menganalisis jalur masuk dan strategi dakwah Islam di Indonesia |
3.1.1 Menjelaskan situasi dan kondisi Indonesia sebelum kedatangan Islam. 3.1.2 Mengidentifikasi enam jalur masuknya Islam di Indonesia (perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dakwah). 3.1.3 Menganalisis strategi dakwah Islam yang diterapkan di Indonesia. 3.1.4 Membandingkan teori-teori masuknya Islam ke Indonesia. |
| 3.2 Menganalisis fase perkembangan Islam di Indonesia |
3.2.1 Mengidentifikasi fase-fase perkembangan Islam di Indonesia (kedatangan, pertumbuhan, pengembangan, pelembagaan). 3.2.2 Menjelaskan karakteristik setiap fase perkembangan Islam. 3.2.3 Mengaitkan fase perkembangan Islam dengan dinamika sosial-politik Nusantara. |
| 4.1 Menyajikan hasil analisis jalur dan strategi dakwah Islam di Indonesia |
4.1.1 Menyusun peta jalur masuk Islam ke Nusantara. 4.1.2 Menyajikan infografis enam jalur dakwah Islam di Indonesia. 4.1.3 Mempresentasikan strategi dakwah damai Islam di Indonesia. |
| 4.2 Menyajikan hasil analisis fase perkembangan Islam di Indonesia |
4.2.1 Menyusun lini masa fase perkembangan Islam di Indonesia. 4.2.2 Menyajikan ibrah dari proses Islamisasi damai bagi kehidupan kontemporer. |
Pembuatan konten visual dengan Canva for Education dilakukan dengan memanfaatkan template, elemen grafis, font, dan pustaka konten yang tersedia. Konten visual yang dikembangkan meliputi peta jalur masuk Islam ke Nusantara, lini masa fase Islamisasi (abad ke-7 hingga ke-16 Masehi), infografis enam jalur dakwah, kartu konsep tokoh-tokoh dakwah awal, poster keteladanan strategi dakwah damai, dan template presentasi untuk proyek siswa.
Penataan aktivitas pembelajaran di Google Classroom dilakukan dengan menyusun struktur kelas yang meliputi topik atau modul pembelajaran (Pengenalan Islam Nusantara, Jalur Masuk, Strategi Dakwah, Fase Islamisasi, Proyek Akhir), materi pembelajaran (PDF, tautan video, tautan artikel, konten visual dari Canva for Education), tugas individu dan kelompok (pembuatan kartu konsep, peta jalur dakwah, presentasi kelompok), forum diskusi, serta penilaian melalui kuis Google Forms dan rubrik penilaian proyek.
Integrasi Google Workspace for Education dan Canva for Education dilakukan dengan cara: (a) konten visual dan slide presentasi dari Canva for Education diunggah ke Google Classroom sebagai materi pembelajaran; (b) template Canva for Education dibagikan kepada siswa melalui tautan di Google Classroom untuk tugas pembuatan konten visual dan presentasi proyek; (c) hasil karya siswa dikumpulkan melalui Google Classroom; serta (d) Google My Maps digunakan untuk pemetaan kolaboratif jalur masuk Islam ke Nusantara.
Penyusunan panduan penggunaan mencakup panduan untuk guru dan siswa, meliputi cara mengakses Google Classroom, cara mengunduh dan menggunakan materi, cara menggunakan Canva for Education, cara mengumpulkan tugas, cara berpartisipasi dalam diskusi kelas, dan cara mengerjakan kuis Google Forms.
4. Uji Coba Lapangan Awal (Preliminary Field Testing)
Tahap keempat adalah uji coba awal produk dalam skala kecil untuk memperoleh evaluasi awal dari para ahli dan calon pengguna. Kegiatan pada tahap ini meliputi validasi ahli dan uji coba terbatas.
Validasi ahli dilakukan oleh tiga validator, yaitu: (a) ahli materi Sejarah Kebudayaan Islam (dosen rumpun Pendidikan Agama Islam atau guru senior Sejarah Kebudayaan Islam) untuk menilai kesesuaian materi dengan kurikulum, kebenaran substansi, dan kesesuaian dengan karakteristik mata pelajaran; (b) ahli media pembelajaran (dosen teknologi pendidikan atau ahli multimedia) untuk menilai desain visual, tata letak, tipografi, penggunaan warna, kualitas grafis, dan aspek teknis media; serta (c) ahli desain pembelajaran (dosen kurikulum atau praktisi pengembangan instruksional) untuk menilai keselarasan media dengan prinsip desain pembelajaran, kejelasan tujuan, dan kesesuaian alur pembelajaran (Yuliana, 2024; Almuhtadin, 2021). Instrumen validasi menggunakan skala Likert empat poin dengan aspek penilaian yang mencakup kesesuaian dengan Kompetensi Dasar, kebenaran substansi, sistematika penyajian, kedalaman materi, kesesuaian dengan karakteristik siswa, kualitas desain visual, navigasi, dan interaktivitas.
Uji coba terbatas dilakukan setelah produk direvisi berdasarkan masukan validator ahli. Uji coba ini melibatkan enam hingga sepuluh siswa kelas XII MAN 1 Mojokerto yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keberagaman kemampuan akademik (tinggi, sedang, rendah) dan kompetensi digital. Tujuan uji coba terbatas adalah mengetahui keterbacaan materi, kemudahan penggunaan media, daya tarik visual, respons awal siswa, dan kendala teknis yang muncul. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif (Fikri, 2025).
5. Revisi Produk (Main Product Revision)
Tahap kelima adalah revisi produk berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba terbatas. Revisi dilakukan pada aspek-aspek yang dinilai kurang valid atau kurang sesuai, meliputi perbaikan substansi materi jika ditemukan kesalahan konsep, perbaikan desain visual jika kurang menarik atau tidak selaras dengan prinsip desain multimedia (Mayer, 2021), perbaikan navigasi jika menyulitkan, perbaikan instruksi tugas jika kurang jelas, dan perbaikan teknis jika ditemukan kesalahan fungsi. Catatan revisi didokumentasikan secara sistematis untuk menjadi dasar perbaikan dan dilaporkan dalam Bab IV.
6. Uji Coba Lapangan Utama (Main Field Testing)
Tahap keenam adalah uji coba lapangan utama untuk menguji efektivitas produk dalam meningkatkan minat belajar siswa. Uji coba ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design dengan satu kelas siswa kelas XII MAN 1 Mojokerto sebagai subjek uji coba. Desain satu kelompok dipilih karena keterbatasan jumlah kelas yang tersedia di madrasah dan fokus penelitian pada pengembangan produk, bukan pada eksperimen murni dengan kelompok kontrol (Sugiyono, 2019).
Prosedur uji coba lapangan utama meliputi langkah-langkah berikut: (a) pengisian pretest minat belajar siswa menggunakan angket sebelum penggunaan produk; (b) implementasi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi Perkembangan Islam di Indonesia menggunakan media yang dikembangkan selama empat hingga enam pertemuan (delapan hingga dua belas jam pelajaran); (c) pengisian posttest minat belajar siswa menggunakan angket yang sama setelah penggunaan produk; dan (d) pengisian angket respons siswa terhadap produk. Selama implementasi, peneliti juga melakukan observasi proses pembelajaran dan wawancara dengan guru pengampu untuk memperoleh data kualitatif yang mendukung interpretasi data kuantitatif (Creswell, 2014).
7. Revisi Produk Akhir (Final Product Revision)
Tahap ketujuh adalah revisi produk berdasarkan hasil uji coba lapangan utama. Revisi dilakukan pada aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki berdasarkan data observasi, wawancara, dan angket respons siswa. Setelah revisi akhir, produk media pembelajaran dinyatakan final dan siap digunakan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 1 Mojokerto. Produk akhir disertai panduan penggunaan untuk guru dan siswa, serta dokumentasi seluruh proses pengembangan.
C. Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mojokerto. Pemilihan lokasi didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu ketersediaan fasilitas teknologi yang memadai untuk implementasi pembelajaran berbasis Google Workspace for Education dan Canva for Education, ketersediaan sumber daya manusia yang cukup, kepemilikan situs resmi madrasah yang mendukung pendaftaran akun Google Workspace for Education dan Canva for Education secara institusional, serta komitmen pimpinan dan guru madrasah untuk mendukung penelitian.
Subjek penelitian terdiri atas tiga kelompok. Pertama, validator ahli sebanyak tiga orang yang meliputi ahli materi Sejarah Kebudayaan Islam, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran. Kedua, siswa untuk uji coba terbatas sebanyak enam hingga sepuluh siswa kelas XII MAN 1 Mojokerto yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keberagaman kemampuan akademik. Ketiga, siswa untuk uji coba lapangan utama sebanyak satu kelas (sekitar tiga puluh hingga tiga puluh enam siswa) yang dipilih melalui cluster random sampling dari kelas-kelas XII yang tersedia di madrasah (Sugiyono, 2019).
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen untuk pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif sebagai berikut.
1. Lembar Validasi Ahli
Lembar validasi ahli disusun untuk menilai validitas produk dari aspek materi, media, dan desain pembelajaran. Instrumen menggunakan skala Likert empat poin dengan kriteria penilaian: skor 4 (sangat baik), skor 3 (baik), skor 2 (kurang baik), dan skor 1 (tidak baik). Penggunaan skala Likert empat poin diutamakan untuk menghindari kecenderungan responden memilih nilai tengah (central tendency error) yang sering muncul pada skala lima poin (Yuliana, 2024). Aspek penilaian setiap lembar validasi disesuaikan dengan keahlian validator. Adapun kisi-kisi setiap lembar validasi diuraikan sebagai berikut.
a. Kisi-Kisi Lembar Validasi Ahli Materi
Kisi-kisi lembar validasi ahli materi disusun berdasarkan adaptasi standar Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan praktik pengembangan tesis Sejarah Kebudayaan Islam terdahulu (Fikri, 2025; Almuhtadin, 2021).
| Aspek | Indikator | No. Item |
|---|---|---|
| Kelayakan Isi | Kesesuaian materi dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar | 1, 2 |
| Kebenaran substansi materi Perkembangan Islam di Indonesia | 3, 4 | |
| Kedalaman dan keluasan materi sesuai jenjang Madrasah Aliyah | 5, 6 | |
| Kelayakan Penyajian | Sistematika penyajian materi (jalur masuk, strategi dakwah, fase Islamisasi) | 7, 8 |
| Keruntutan alur pembelajaran | 9 | |
| Pendukung penyajian (gambar, peta, lini masa, infografis) | 10, 11 | |
| Kelayakan Bahasa | Kesesuaian bahasa dengan tingkat perkembangan siswa kelas XII | 12, 13 |
| Komunikatif dan dialogis | 14, 15 | |
| Kontekstual | Keterkaitan materi dengan kehidupan kontemporer siswa | 16 |
| Pengambilan ibrah/hikmah dari materi sejarah | 17, 18 | |
| Total Item | 18 | |
b. Kisi-Kisi Lembar Validasi Ahli Media
Kisi-kisi lembar validasi ahli media disusun dengan merujuk pada prinsip desain multimedia Mayer dan praktik validasi media pembelajaran tesis terdahulu (Mayer, 2021; Kokami PAI, 2025; Yuliana, 2024).
| Aspek | Indikator | No. Item |
|---|---|---|
| Tampilan Visual | Kualitas desain konten Canva for Education (peta, lini masa, infografis) | 1, 2 |
| Tata letak, tipografi, dan keterbacaan | 3, 4 | |
| Penggunaan warna dan keselarasan estetika | 5 | |
| Penggunaan Media | Kemudahan navigasi pada Google Classroom | 6, 7 |
| Aksesibilitas konten Canva for Education melalui tautan | 8 | |
| Aspek Teknis | Integrasi Google Workspace for Education dan Canva for Education | 9, 10 |
| Kompatibilitas perangkat dan peramban | 11 | |
| Stabilitas akses berbasis cloud dan kebutuhan jaringan | 12 | |
| Interaktivitas | Interaktivitas tugas (kuis Google Forms, kolaborasi Google Docs) | 13, 14 |
| Keterlibatan siswa melalui aktivitas pembelajaran | 15 | |
| Total Item | 15 | |
c. Kisi-Kisi Lembar Validasi Ahli Desain Pembelajaran
Kisi-kisi lembar validasi ahli desain pembelajaran disusun berdasarkan teori sembilan peristiwa pembelajaran Gagné, teori kognitif pembelajaran multimedia Mayer, dan model ARCS Keller (Gagné dkk., 2005; Mayer, 2021; Keller, 2010).
| Aspek | Indikator | No. Item |
|---|---|---|
| Tujuan Pembelajaran | Kejelasan tujuan pembelajaran | 1, 2 |
| Keselarasan tujuan dengan Kompetensi Dasar | 3 | |
| Strategi Instruksional | Penerapan sembilan peristiwa pembelajaran Gagné | 4, 5, 6 |
| Penerapan prinsip multimedia Mayer (koherensi, signal, redundansi) | 7, 8 | |
| Penerapan prinsip ARCS (perhatian, relevansi, percaya diri, kepuasan) | 9, 10, 11, 12 | |
| Aktivitas Belajar | Kesempatan eksplorasi mandiri siswa | 13 |
| Kesempatan kolaborasi antar-siswa | 14, 15 | |
| Evaluasi | Kesesuaian instrumen evaluasi dengan tujuan pembelajaran | 16, 17 |
| Kelayakan umpan balik melalui Google Forms | 18 | |
| Total Item | 18 | |
2. Angket Minat Belajar Siswa
Angket minat belajar disusun berdasarkan empat indikator minat belajar menurut (Slameto, 2015), yaitu: (a) perasaan senang terhadap mata pelajaran, (b) ketertarikan terhadap materi, (c) perhatian dalam pembelajaran, dan (d) keterlibatan aktif dalam aktivitas pembelajaran. Angket terdiri atas dua puluh dua butir pernyataan dengan skala Likert empat poin (sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju). Angket ini digunakan untuk pretest sebelum penggunaan produk dan posttest setelah penggunaan produk pada uji coba lapangan utama. Pernyataan angket disusun dalam dua jenis, yaitu pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable), untuk menghindari bias respons siswa (Sugiyono, 2019).
| Indikator | Sub-Indikator | Item Positif | Item Negatif |
|---|---|---|---|
| Perasaan Senang | Senang mengikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam | 1, 3 | 2 |
| Antusias terhadap kegiatan belajar | 5 | 4 | |
| Ketertarikan | Tertarik mempelajari materi Perkembangan Islam di Indonesia | 7, 8 | 6 |
| Tertarik mencari informasi tambahan di luar kelas | 10 | 9 | |
| Perhatian | Memperhatikan penjelasan guru selama pembelajaran | 11, 13 | 12 |
| Konsentrasi pada materi yang dipelajari | 15 | 14 | |
| Keterlibatan | Aktif bertanya dan berdiskusi di kelas | 16, 18 | 17 |
| Aktif mengerjakan tugas dan proyek | 20, 22 | 19, 21 | |
| Total Item | 22 (13 positif + 9 negatif) | ||
3. Angket Respons Siswa
Angket respons siswa disusun untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap produk media pembelajaran setelah digunakan dalam pembelajaran. Angket terdiri atas lima belas butir pernyataan dengan skala Likert empat poin (Kokami PAI, 2025; Kamus Bergambar, 2025).
| Aspek | Indikator | No. Item |
|---|---|---|
| Kemenarikan | Daya tarik visual konten Canva for Education | 1, 2 |
| Antusiasme menggunakan produk dalam pembelajaran | 3 | |
| Kemudahan | Kemudahan akses melalui Google Classroom | 4, 5 |
| Kejelasan petunjuk dan instruksi tugas | 6, 7 | |
| Manfaat | Bantuan media dalam memahami materi Perkembangan Islam di Indonesia | 8, 9 |
| Peningkatan motivasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam | 10, 11 | |
| Bahasa | Keterbacaan dan kejelasan bahasa pada konten | 12, 13 |
| Keberlanjutan | Keinginan menggunakan media serupa pada pembelajaran lain | 14, 15 |
| Total Item | 15 | |
4. Pedoman Observasi
Pedoman observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas siswa selama implementasi produk media pembelajaran. Aspek yang diobservasi meliputi aktivitas siswa dalam menggunakan media, interaksi siswa dengan konten visual, kolaborasi dalam tugas kelompok, partisipasi dalam diskusi kelas, dan kendala teknis yang muncul. Pedoman observasi disusun dalam bentuk daftar periksa (checklist) yang dilengkapi catatan deskriptif untuk setiap aspek.
5. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara digunakan untuk menggali informasi mendalam dari guru Sejarah Kebudayaan Islam dan siswa mengenai pengalaman menggunakan produk, kelebihan dan kekurangan produk, serta saran perbaikan. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur agar peneliti dapat menggali informasi lebih dalam berdasarkan jawaban responden. Pertanyaan wawancara meliputi: (a) persepsi terhadap kemudahan penggunaan produk; (b) kesesuaian materi dengan kebutuhan pembelajaran; (c) pengaruh produk terhadap minat dan keterlibatan siswa; serta (d) saran konkret untuk perbaikan produk.
6. Pedoman Skoring Instrumen
Pedoman skoring digunakan untuk memastikan konsistensi penilaian antar-validator dan antar-responden. Pemberian skor pada setiap instrumen disesuaikan dengan jenis pernyataan dan skala yang digunakan, sebagaimana diuraikan pada tabel berikut.
| Skor | Lembar Validasi Ahli | Angket Minat Belajar & Respons (Positif) | Angket Minat Belajar (Negatif) |
|---|---|---|---|
| 4 | Sangat Baik | Sangat Setuju | Tidak Setuju |
| 3 | Baik | Setuju | Kurang Setuju |
| 2 | Kurang Baik | Kurang Setuju | Setuju |
| 1 | Tidak Baik | Tidak Setuju | Sangat Setuju |
Pemberian skor terbalik pada pernyataan negatif dimaksudkan agar nilai akhir tetap mencerminkan tingkat minat yang sebenarnya, ketika pernyataan negatif disikapi negatif oleh siswa berarti minatnya tinggi. Untuk lembar validasi ahli, deskripsi setiap skor diuraikan secara operasional pada lampiran instrumen agar validator memiliki acuan yang jelas dalam memberikan penilaian (Kokami PAI, 2025).
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan jenis instrumen dan tahap penelitian. Pertama, data validitas produk dikumpulkan melalui pengisian lembar validasi oleh tiga validator ahli pada tahap uji coba lapangan awal. Kedua, data minat belajar siswa dikumpulkan melalui pengisian angket minat belajar pada saat pretest sebelum penggunaan produk dan posttest setelah penggunaan produk pada tahap uji coba lapangan utama. Ketiga, data respons siswa dikumpulkan melalui pengisian angket respons siswa setelah implementasi produk. Keempat, data kualitatif dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran dan wawancara dengan guru serta siswa. Pengumpulan data dilakukan secara berurutan sesuai prinsip desain explanatory sequential: data kuantitatif dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif untuk menjelaskan dan memperkuat temuan kuantitatif (Creswell, 2014).
F. Teknik Analisis Data
1. Analisis Validitas Produk
Data hasil validasi ahli dianalisis menggunakan teknik persentase dengan rumus berikut (Akbar, 2013; Yuliana, 2024):
P = (Σx / Σxi) × 100%
Keterangan: P adalah persentase tingkat kevalidan, Σx adalah jumlah skor yang diperoleh dari validator, dan Σxi adalah jumlah skor maksimal. Hasil persentase kemudian diinterpretasikan dengan kriteria validitas sebagai berikut.
| Persentase | Kategori | Tindak Lanjut |
|---|---|---|
| 81% – 100% | Sangat Valid | Tidak perlu revisi |
| 61% – 80% | Valid | Tidak perlu revisi |
| 41% – 60% | Cukup Valid | Perlu revisi sebagian |
| 21% – 40% | Kurang Valid | Perlu revisi besar |
| 0% – 20% | Tidak Valid | Revisi total |
Produk dinyatakan layak digunakan apabila memperoleh skor validitas minimal dengan kategori Valid (≥ 61%) dari ketiga validator ahli.
2. Analisis Efektivitas Media terhadap Minat Belajar
Efektivitas media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa diukur dengan dua tahap analisis. Pertama, analisis statistik deskriptif untuk menghitung rerata skor minat belajar siswa pada pretest dan posttest. Kedua, analisis N-Gain ternormalisasi (Hake, 1999) untuk mengukur peningkatan minat belajar dengan rumus berikut:
N-Gain = (Skor Posttest − Skor Pretest) / (Skor Maksimal − Skor Pretest)
Hasil N-Gain diinterpretasikan dengan kriteria sebagai berikut.
| Nilai N-Gain | Kategori | Interpretasi Efektivitas |
|---|---|---|
| g ≥ 0,70 | Tinggi | Efektif |
| 0,30 ≤ g < 0,70 | Sedang | Cukup efektif |
| g < 0,30 | Rendah | Kurang efektif |
Selain analisis N-Gain, dilakukan pula uji-t berpasangan (paired sample t-test) untuk menguji signifikansi perbedaan rerata skor minat belajar antara pretest dan posttest. Sebelum uji-t, dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas Shapiro-Wilk. Apabila data tidak berdistribusi normal, digunakan uji nonparametrik Wilcoxon sebagai alternatif (Sugiyono, 2019).
3. Analisis Respons Siswa
Data respons siswa terhadap produk dianalisis menggunakan teknik persentase dengan rumus yang sama seperti analisis validitas. Hasil persentase diinterpretasikan dengan kriteria: 81–100% (sangat positif), 61–80% (positif), 41–60% (cukup positif), 21–40% (kurang positif), dan 0–20% (tidak positif).
4. Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif dari observasi, wawancara, serta saran dan komentar validator dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan tiga langkah, yaitu: (a) reduksi data, yakni memilih data yang relevan dengan tujuan penelitian; (b) penyajian data, yakni menyusun data dalam bentuk narasi, tabel, atau matriks; dan (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi, yakni menafsirkan data untuk menjawab rumusan masalah penelitian (Miles & Huberman, 1994). Data kualitatif berfungsi memperjelas, memperdalam, dan memperkaya temuan kuantitatif sesuai dengan prinsip desain explanatory sequential (Creswell, 2014; Creswell & Plano Clark, 2017).
G. Indikator Keberhasilan Penelitian
Penelitian dinyatakan berhasil apabila memenuhi tiga indikator berikut. Pertama, dari aspek pengembangan, prosedur tujuh langkah Borg and Gall terlaksana secara sistematis dan menghasilkan produk media pembelajaran yang utuh berupa kelas Google Classroom yang berisi materi, lembar kerja, kuis, dan konten visual Canva for Education untuk materi Perkembangan Islam di Indonesia. Kedua, dari aspek validitas, produk memperoleh skor validasi minimal dengan kategori Valid (≥ 61%) dari ketiga validator ahli (ahli materi, ahli media, ahli desain pembelajaran). Ketiga, dari aspek efektivitas, terdapat peningkatan minat belajar siswa setelah penggunaan produk dengan kategori N-Gain minimal sedang (g ≥ 0,30) dan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest yang dibuktikan melalui uji-t berpasangan atau uji Wilcoxon (nilai p < 0,05). Apabila ketiga indikator tersebut terpenuhi, maka produk media pembelajaran dinyatakan berhasil dikembangkan, valid, dan efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XII pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN 1 Mojokerto.